Tetapi kemiskinan warga harus dirasakan oleh pemimpinnya. "Mereka tidak bisa dilihat semata-mata sebagai data, data jumlah orang miskin sekian. Kemiskinan itu bukan angka, kemiskinan .kemiskinan itu rasa, karena itu harus dirasakan, harus dekat.
kompas kemiskinan kok harus di dekati, merasa miskin kok harus di pupuk ?
Kapan mau bahagia? Banyak yang sudah melimpah harta , memegang kuasa, hingga akhirnya masuk penjara . bagaimana pola pendidikan kita ?
Jangan kau ajak kami belajar kecewa . memupuk rasa muram durja
Salah satu warga, Onin mengatakan, perbedaan yang paling utama adalah tidak banjir lagi.
Warga bisa tidur dan beraktifitas dengan nyaman tanpa perlu khawatir banjir datang.
"Waktu di Kampung Pulo banjir datangnya tidak kenal waktu. Kami lagi tidur tiba-tiba air naik. Sekarang sudah nyaman, semua tersedia," kata Onin yang tinggal di Tower A lantai
Pengelola telah menyiapkan berbagai macam fasilitas yang dibutuhkan warga. Seperti aula, masjid, dan puskesmas. Anak sekolah juga mendapat sarana transportasi antar jemput gratis.
"Rata-rata yang sudah di sini betah, biaya sewa murah. Bahkan ada yang mau nawar rusun saya Rp35 juta. Tapi saya enggak mau. Takut dipenjara," terang Onin. Harga sewa unit di rumah susun sederhana sewa Jatinegara Barat hanya Rp300 ribu per bulan. Biaya itu mencakup kebersihan, listrik dan air.
Warga berharap rusun yang mereka tempati saat ini menjadi hak milik, bukan lagi sewa seperti saat ini. “Kami maunya jadi hak milik, supaya lebih enak. Kami terima kasih buat Pak Ahok (Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama),” katanya
Kecewa Jakarta Marathon, Sandiaga: Ganti Gubernur, Pelaksanaan Lebih Baik
Bakal Cawagub DKI Jakarta Sandiaga Uno mengeluhkan penyelenggaraan Jakarta Marathon tahun ini. Ia menilai pengamanan kurang ketat sehingga pelari merasa terganggu dengan kendaraan yang melintas.
Sandiaga mengatakan, saat ia berlari di rute half marathon, banyak mobil dan motor yang masuk ke jalur untuk pelari. Ia menyayangkan hal tersebut.
"Seru banget (lari di Jakarta Marathon). Tapi ya atas nama Pemprov DKI, saya mohon maaf tadi ada beberapa daerah yang masuk mobil dan motor jadi mengganggu pelari dari mancanegara," kata Sandi saat finis di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (23/10/2016).
Apalagi menurutnya, banyak pelari dari mancanegara yang mengikuti ajang lari tahunan di Jakarta itu dan dapat membuat citra buruk.
"Sayang banget, padahal ini kan sudah jadi daya tarik pariwisata tersendiri. Lihat saja ada banyak sekali pelari dari Jepang, Korea, Australia khusus datang ke sini untuk lari," tuturnya.
Bakal Cawagub yang diusung oleh Gerindra dan PKS itu berharap, pelaksanaan Jakarta Marathon pada tahun berikutnya akan lebih baik jika terpilih gubernur baru.
"Insya Allah tahun depan gubernurnya ganti dan akan lebih baik," ujar Sandi sambil tersenyum.
Sandiaga mengikuti Jakarta Marathon berlari bersama rekannya dari komunitas 'Indonesia Berlari Untuk Berbagi'. Ia berhasil menempuh jarak 21 K dengan catatan waktu sekitar 2 jam 30 menit.
Rute yang dilewati Sandi yakni mulai dari Monas, Jalan Budi Kemuliaan, Jalan Katedral, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan MH Thamrin, Jalan Imam Bonjol dan finis di Monas
Kecewa ke Ahok, Lieus Sungkharisma Dukung Agus-Sylvi
kompas kemiskinan kok harus di dekati, merasa miskin kok harus di pupuk ?
Kapan mau bahagia? Banyak yang sudah melimpah harta , memegang kuasa, hingga akhirnya masuk penjara . bagaimana pola pendidikan kita ?
Jangan kau ajak kami belajar kecewa . memupuk rasa muram durja

Kemiskinan yang paling menyedihkan adalah miskin hati dan perasaan

Warga Kampung Pulo yang direlokasi ke rumah susun Jatinegara Barat bisa hidup lebih nyaman dan tenang. Fasilitas sarana dan prasarana yang tersedia di rusun cukup memadai.
Warga bisa tidur dan beraktifitas dengan nyaman tanpa perlu khawatir banjir datang.

"Waktu di Kampung Pulo banjir datangnya tidak kenal waktu. Kami lagi tidur tiba-tiba air naik. Sekarang sudah nyaman, semua tersedia," kata Onin yang tinggal di Tower A lantai
Pengelola telah menyiapkan berbagai macam fasilitas yang dibutuhkan warga. Seperti aula, masjid, dan puskesmas. Anak sekolah juga mendapat sarana transportasi antar jemput gratis.

"Rata-rata yang sudah di sini betah, biaya sewa murah. Bahkan ada yang mau nawar rusun saya Rp35 juta. Tapi saya enggak mau. Takut dipenjara," terang Onin. Harga sewa unit di rumah susun sederhana sewa Jatinegara Barat hanya Rp300 ribu per bulan. Biaya itu mencakup kebersihan, listrik dan air.

Warga berharap rusun yang mereka tempati saat ini menjadi hak milik, bukan lagi sewa seperti saat ini. “Kami maunya jadi hak milik, supaya lebih enak. Kami terima kasih buat Pak Ahok (Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama),” katanya
Kecewa Jakarta Marathon, Sandiaga: Ganti Gubernur, Pelaksanaan Lebih Baik
Bakal Cawagub DKI Jakarta Sandiaga Uno mengeluhkan penyelenggaraan Jakarta Marathon tahun ini. Ia menilai pengamanan kurang ketat sehingga pelari merasa terganggu dengan kendaraan yang melintas.
Sandiaga mengatakan, saat ia berlari di rute half marathon, banyak mobil dan motor yang masuk ke jalur untuk pelari. Ia menyayangkan hal tersebut.
"Seru banget (lari di Jakarta Marathon). Tapi ya atas nama Pemprov DKI, saya mohon maaf tadi ada beberapa daerah yang masuk mobil dan motor jadi mengganggu pelari dari mancanegara," kata Sandi saat finis di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (23/10/2016).
Apalagi menurutnya, banyak pelari dari mancanegara yang mengikuti ajang lari tahunan di Jakarta itu dan dapat membuat citra buruk.
"Sayang banget, padahal ini kan sudah jadi daya tarik pariwisata tersendiri. Lihat saja ada banyak sekali pelari dari Jepang, Korea, Australia khusus datang ke sini untuk lari," tuturnya.
Bakal Cawagub yang diusung oleh Gerindra dan PKS itu berharap, pelaksanaan Jakarta Marathon pada tahun berikutnya akan lebih baik jika terpilih gubernur baru.
"Insya Allah tahun depan gubernurnya ganti dan akan lebih baik," ujar Sandi sambil tersenyum.
Sandiaga mengikuti Jakarta Marathon berlari bersama rekannya dari komunitas 'Indonesia Berlari Untuk Berbagi'. Ia berhasil menempuh jarak 21 K dengan catatan waktu sekitar 2 jam 30 menit.
Rute yang dilewati Sandi yakni mulai dari Monas, Jalan Budi Kemuliaan, Jalan Katedral, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan MH Thamrin, Jalan Imam Bonjol dan finis di Monas
Kecewa ke Ahok, Lieus Sungkharisma Dukung Agus-Sylvi
Pada deklarasi relawan Barisan Teman Agus-Sylvi (BATAS), hadir seorang tokoh dari etnis Tionghoa bernama Lieus Sungkharisma. Lieus menyampaikan kekecewaannya kepada Gubernur petahana DKI Jakarta, Basuki T Purnama atau yang akrab disapa Ahok.
"Orang kecewa kepada Ahok bukan karena dia dari etnis Tionghoa atau dia beragama Kristen. Tapi karena hatinya tidak baik," kata Lieus di Jl. Paso, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (16/10/2016).
Salah satu bentuk kekecewaan yang disampaikan olehnya ialah terkait kasus RS Sumber Waras. Ia menganggap Ahok telah menyelewengkan pajak yang telah dibayarkan masyarakat.
"Satu contoh kasus ialah RS Sumber Waras. Kita membayar terus tiap bulan tapi yang terjadi malah penyelewengan," kata Lieus.
Kekecewaan itu membuatnya memilih pasangan calon gubernur Agus Yudhoyono dan Sylviana Murni. "Mudah-mudahan, saya akan pilih mas Agus dan Sylviana buat jadi pemimpin DKI. Kalau yang satu itu jangan diurusin, biar saya saja yang ngomong kejelekannya," ujar Lieus.
Lieus mengaku akan menggalang dukungan dari etnis Tionghoa kepada pasangan Agus-Sylvi. Ia berharap pasangan tersebut hadir dalam diskusi yang akan digelar dalam waktu dekat di kawasan Mangga Dua.
Ikonfirmasi mengenai pernyataan dan dukungan dari Lieus, Agus menganggap pernyataan Lieus adalah dorongan agar dirinya bekerja lebih keras dan tanpa menyampaikan kekurangan orang lain. Menurutnya, yang lebih penting ialah menyampaikan gagasan tentang Jakarta.
"Penekanan beliau, agar kita kerja keras. Beliau menyampaikan itu perjuangan tidak perlu menyampaikan kekurangan orang lain. Tapi bagaimana menyampaikan ide kita dan memenangkan hati masyarakat agar dapat kita tampung semua aspirasinya," ujar Agus kepada wartawan
Komentar
Posting Komentar