Change Of My Life - KaskusSFTH rekomendasi part 13

Setelah kejadian yang di ceritakan di part sebelumnya, aku pulang ke rumah bersama ayahku, setelah sampai rumah ayah langsung pergi lagi bersama ibu ku untuk berbelanja keperluan wanita atau kerap disebut ‘shoping’. Jadi lah aku tidak punya kerjaan kecuali menanggapi sms dari clara yang tidak jelas sampai akhirnya pulsa ku habis yang membuat aku tidak membalas sms darinya, hanya kulihat saja sms dari Clara yang mulai emosi karena tidak ku balas.


Quote:

Clara : “kok ga bales sih”

Clara : “HOOOOOIIII”

Clara : “wwwweeeeiiiiii”

Clara : “eh ini ke kirim ga sih?”

Clara : “hp gue rusak kali ya”

Clara : “eh ke kirim kok”

Clara : “tidur ya lo”



Kira-kira seperti itulah isi sms clara, tapi karena terlalu banyak tidak aku tulis semua, selain karena lupa, juga sms nya hingga puluhan.
Sore hari sekitar pukul setengah empat karena aku bosan aku pun memilih untuk jogging di stadion kota sebelah yang memang sering untuk jogging senam dan berbagai olahraga lain. Setelah siap dengan jersey bola dan celana futsal juga telah memakai sepatu running, aku pun langsung berangkat ke sana dengan menggunakan mobil kecil milik ibu ku (bentuknya kecil merek nya ‘keras’ kalo ga salah), karena motor baruku belum datang, kalau sudah datang pun belum ada STNK dan plat nomor nya karena tidak seperti sekarang yang bisa pakai plat putih atau jaman dulu sudah ada tapi aku tidak tahu. Pukul empat lebih aku tiba di stadion itu, setelah parkir dan sedikit melakukan peregangan aku pun mulai untuk melakukan ‘jogging’ memutari stadion itu. Baru setengah putaran aku melihat Adel sedang duduk di trotoar pinggir stadion, dan ku hampiri dia untuk sekedar menyapa.


Quote:

Aku : “assalamualaikum”

Adel : “walaikum salam, eh Fauzi”

Aku : “sendiri aja del?”

Adel : “engga itu sama cowo gue baru beli minum” katanya sambil menunjuk seorang lelaki yang sedang menuju ke arah kami dengan membawa dua cup minuman

“eh lu yang berantem sama Aldo awal MOS itu kan?”

Aku : “kok tahu mas?”

“semua juga udah pada tahu kali, oh iya gue Ari” katanya

Aku : “Fauzi” kataku sambil menjabat tanganya

Aku : “yaudah gue duluan ya, belom ada satu putaran tadi, assalamualaikum”

Adel : “walaikumsalam”



Aku pun melanjutkan lari ku, setelah tiga kali putaran aku memilih untuk berpindah spot lari untuk memutari arena balap sepeda atau ang disebut velodrome, belum sampai satu putaran kali ini aku bertemu dengan indah, ku hampiri dia.


Quote:

Aku : “Assalamualaikum”

Indah : “walaikum salam”

Aku : “sendirian aja ndah?”

Indah : “Engga itu sama adik gue, Icha sini dulu” katanya lalu memanggil anak kecil berjenis kelamin perempuan yang sedang mengejar kupu-kupu itu

Indah : “ngapain lo di sini”

Aku : “berenang”

Indah : “mana ada berenang di aspal gini”

Aku : “ya nanya lu aneh aja, biasanya orang ke sini kalo ga sepedaan ya jogging, dan sekarang gue ga bawa sepeda”

Indah : “oh iya”

Icha : “apa kak?”

Indah : “ini kenalin temen kakak, namanya kak Ozi”

Icha : “Icha” kata anak kecil itu sambil mengulurkan tanganya

Aku : “Icha udah sekolah belum?”

Icha : “udah” jawabnya

Aku : “kelas berapa?”

Icha : “plegrup kak”

Icha : “kak ozi, gendong dong” pintanya

Indah : “eh Icha, kasian kak ozi nya ntar gendong kamu”

Aku : “udah gaapa, sini” kataku sambil menjulurkan kedua tanganku, yang disusul icha yang mendekat ke arahku yang langsung ku gendong dia.

Icha : “kesana yuk kak” katanya sambil menunjuk jembatan kecil yang ada di sekitar stadion itu

Aku : “yuk”

Icha : “kak ambilin itu” menunjuk buah talok (bentuknya bulat manis, kalo belum masak warnanya hijau, kalau setengah masak warnanya kuning, kalo udah masak warna merah, entah apa namanya di daerah kalian, aku pun tak tahu apa nama beken nya)

Aku : “tangan kak kotor, nanti sakit kamu kalo makan langsung”

Icha : “tapi pengen coba”

Aku : “kakak beliin ek krim aja ya” kataku, yang kebetulan melihat tukang eskrim warna merah bermerek wols

Icha : “mau mau mau” katanya antusias

Indah : “eh ga usah, ngrepotin”

Aku : “Cuma es krim doank” kataku sambil pergi ke penjual es krim

Aku : “Icha mau yang mana?”

Icha : “Itu stlobeli”

Aku : “itu bang yang stroberi” kataku ke penjual es krim tersebut



Setelah membeli ku buka bungkusnya dan kuserahkan ke Icha, seperti layaknya seorang anak kecil Icha memakan es krim tersebut sambil belepotan dan alhasil beberapa es krim menetes pada kaos yang kugunakan. Dengan cekatan Indah mengelap mulut Icha yang belepotan dengan tissue yang di keluarkanya dari tas kecil yang memang sudah dia bawa tadi, sangat terlihat bahwa Indah sangat menyayangi adik nya itu karena dari calanya mengelap mulut Icha sudah seperti seorang ibu yang mengelap mulut anaknya atau memang semua wanita juga seperti itu aku juga kurang paham, yang jelas aku senang melihatnya.


Quote:

Indah : “Ih icha makanya pelan pelan”

Indah : “tuh ampe netes di bajunya kak ozi” katanya sambil mengelap baju ku

Aku : “  “



Setelah selesai dengan es krimnya, aku menawari Icha dengan jajanan lain yang ada di sana, jujur aku suka melihat senyum polos anak kecil, bukan berarti aku pedofil karena libido ku juga menginginkan sesuatu yang pas di tangan. Setiap aku menawarkan makanan pasti jawabnya adalah “mau”, makanya cukup banyak untuk ukuran anak se usianya menurutku.

Setelah makan cukup banyak dan mungkin karena kekenyangan alhasil Icha tidur dengan posisi yang masih ku gendong. Hari sudah mulai gelap dan sang surya memancarkan cahaya nya yang berwarna oranye yang menunjukkan bahwa senja telah tiba.


Quote:

Aku : “lo ke sini naik apa?”

Indah : “jalan kaki, emang kenapa?”

Aku : “kirain bawa motor, gue anterin aja”

Indah : “ga usah, ngrepotin, lagian rumah gue deket ko”

Aku : “gapapa, lagian daripada lu gendong Icha”



Setelah sedikit memaksa akhirnya Indah mau untuk ku antar pulang, kami pun langsung menuju tempat aku memarkirkan mobil ibu ku. Ku antarkan mereka sampai ke rumah mereka yang ada di daerah gondang (kalo ga salah namanya itu), berhentilah kami di sebuah rumah dengan dua lantai dan desaign yang cukup simple, mungkin kalau sekarang di sebutnya minimalis walaupun rumahnya besar tetep saja disebut minimalis. Setelah sampai Indah menawariku untuk mampir ke rumahnya tetapi aku tolak dengan alasann hari sudah mulai gelap, dan rumahku yang jauh dan sedikit rasa takut kalau tiba-tiba ada yang membonceng di sebelahku. Di perjalanan pulang ku sempatkan untuk membeli pulsa untuk membalas rentetan sms dari Clara. Sesampainya di rumah ada sebuah sms yang masuk.


Quote:

Indah : “makasih ya udah nyenengin adek gue  “

Komentar