Change Of My Life - KaskusSFTH rekomendasi part 4

update dulu dikit habis cuci kendaraan, selamat hari minggu, dan selamat beraktifitas


"BUGGHHH” sebuah pukulan mengenai pipi kanan ku. Tak begitu sakit menurutku dan juga hanya membuatku menengok sedikit ke kiri.

Quote:

“Asu koe, ra ngerti sopo aku koe hah? Wanimen koe nyedak i yang ku” ujarnya dengan bahasa jawa
“Anjing lo, ga tau siapa gua hah? Berani banget lo deketin cewe gua”

Aku : “Eh santai mas, kapan ada saya deketin pacar mas nya”

“banyak bacot lu! Gua liat lu makan bareng ke kantin bareng Indah!”

Aku : “Itu kak Indahnya yang ngajakin”

Satu buah tendangan mengenai ulu hati ku yang cukup membuatku meringis karena ya kau taulah kalau ulu hati mu ter bentur rasanya seperti apal, baju zirahku tak cukup kuat untuk menahan tendanganya. Ku pegang ulu hatiku yang sakit, lalu si “Do” itu memukul tepat pada pelipisku, yang membuat darah segar mengalir dengan indahnya, tidak begitu sakit tapi entah mengapa pelipisku bisa sobek.

Agus : “Edan koe do! Ini anak baru lo pukulin kaya gini”

Agus datang dan mendorong si “Do” itu agar menjauh dariku, lalu Agus mengacungkan telunjuknnya ke mereka.

Agus : “Bubar lu pada, atau meu tambah panjang?” tanya nya

Sepertinya Agus cukup disegani di sekolah ini karena kulihat mereka langsung bubar tanpa berkata apapun. Agus pun membawa ku ke ruang UKS yang ada dekat lapangan basket. Di UKS ada seorang perempuan dengan wajah bulat kecil, poni yang menutupi bagian atas kepala dan rambut di kuncir kuda, dia agak kaget melihat kedatangan ku dan Agus.

Agus : “Del tolong lu obatin nih anak” perintah agus terhanap wanita bernama Adel itu

Adel : “Siap bang” jawabnya sambil mengambil obat-obatan

Agus : “Gua pergi dulu, masih nge MOS. Kalo Aldo bikin masalah lagi bilang ama gua” katanya sambil pergi meninggalkan ruang UKS dan sekarang aku tahu nama kakak kelas yang menghajarku tadi adalah “Aldo”


Dengan cekatan Adel mengobati luka-lukaku dengan obat merah dan memberi plester pada pelipisku (plester luka ya bukan plester bangunan).

Quote:

Adel : “Udah nih, berantem sama Aldo lu? Pasti soal Indah ya?”

Aku : “Makasih kak, eh iya”

Adel : “Kebiasaan tuh anak, pasti langsung mukul padahal bukan siapa-siapanya Indah” ujarnya

Aku : “Eh masa sih kak? Tadi bilangnya pacarnya loh”

Adel : “Ngaku-ngaku aja tuh, dia di tolak Indah udah tiga kali”

Aku : “  yaudah kak makasih ya, balik ke kelas dulu”

Adel : “Iya” jawabnya sambil tersenyum, senyum yang sangat manis menurutku


Aku langsung pergi ke kelas tetapi ternyata kelas kosong dan ternyata semua peserta MOS di kumpulkan di ruang Aula. Sepertinya kakak-kakak senior sedang mengecek barang yang kami bawa telah sesuai dengan yang di perintahkan kami atau tidak, kalau tidak mereka akan mendapatkan hukuman. Saat aku memasuki aula semua mata lagi-lagi tertuju padaku, ya mereka melihatku layaknya melihat hewan purba yang telah lama punah. Aku langsung duduk ke tempat kelompokku berada, Iqbal yang hari itu masuk menghampiriku mengetahui plester untuk luka yang ada di pelipisku.

Quote:

Iqbal : “tuh pelipis kenapa?” tanya nya.

Aku : “Jatoh tadi waktu nyusul lo lari” jawabku berbohong, karena bisa runyam kalau dia tau aku di pukuli kakak senior.
Iqbal : “Ati-ati makanya pea” jawabnya sambil mukul kepalaku, lalu kembali ke kelompoknya


Quote:

Clara : “Suara lo bagus” katanya sambil tersenyum

Aku :

Aku : “eh.. iya makasih  ” jawabku dengan malu-malu

Clara : “  “ laru kembali menghadap ke luar jendela,

Aku :



Clara pun kembali menghadap ke jendela menyisakan sesosok manusia yang terkagum dengan senyuman yang terlontar kepadanya barusan, mungkin hanya sepersekian detik tetapi cukup untuk membuat jantung sesosok pemuda itu berdegup kencang. Senyuman dari Clara barusan membuat ku tidak tenang dan sulit berpikir jernih (bukan berarti pikiran ku itu kotor) membuatku melamun, menatap bangku di depanku dengan tatapan kosong, ada suatu hal dalam diriku yang membuatku ingin melihat senyum itu. Saat aku sadar dari lamunanku sebuah beban terasa di lengan sebelah kiriku, ku tengokkan kepalaku menyongsong arah datangnya beban itu, sebuah kepala manusia dengan wajah hampir tertutup rambut panjang berwarna hitam kecoklatan itu. Ku pandangi wajah cantik hanya terlihat sedikit saja itu, ku lihat ada butiran air mata di ujung mata wajah polos itu. Terlalu lama kupandangi wajah itu tiba-tiba Iqbal menepuk bahuku, kutengokkan kepalaku ke arah nya, kulihat dia mengacungkan kedua jempol nya ke arahku sambil menyeringai, aku tidak paham apa maksudnya melakukan itu.

Bus pun telah sampai di tempat tujuanya, semua telah bersiap dengan barang mereka. Setelah siap mereka semua turun untuk menuju ke penginapan yang telah di sewa untuk kami. Iqbal mengajakku untuk turun tetapi kusuruh dia terlebih dahulu karena sang Ratu masih menggunakan lenganku sebagai singgasana miliknya. Setelah bus kosong barulah ku bangunkan Clara. Ku tepuk punggung tanganya agar dia bangun, barulah dia membuka matanya dan menyisir rambut panjangnya itu ke belakang agar tidak menutupi wajahnya, lalu dia melihatku dan ku balas dengan sebuah senyuman. Selang beberapa saat matanya terbelalak ke arah ku dan langsung memundurkan badanya dengan cepat.


Quote:

“DUGGGHHH!” kepalanya terbentur kaca sebelah samping bus

Clara : “aakkk” katanya sambil memegang kepala bagian belakangnya itu

Aku : “...” rasanya aku ingin tertawa tapi kutahan, dan hanya tersenyum ke arahnya

Clara : “lo ga ngapa-ngapain gue kan? Yang lain kemana?” tanyanya sambil mengicilkan matanya

Aku : “ga kok, yang lain udah turun duluan, lu tidurnya pules banget tadi ampe pegel bahu gue” jawabku dengan santai karena memang aku tidak melakukan apapun

Clara : “lo ga ikut turun?” tanyanya

Aku : “kan bangunin lo dulu, kalo mau turun duluan aja”



Tanpa berkata apa-apa Clara langsung membereskan barang-barangnya lalu turun menuju ke penginapan. Setelah sudah ku pastikan Clara pergi ku buka tasku dan ku ambil bekal makanan ku yang menggemaskan itu, aku sengaja menunggu yang lain pergi dan bisa memakan bekal itu, karena kalau kumakan di saat ada yang lain mungkin aku akan menjadi bahan tertawaan kawanku yang lain. Baru beberapa suap ku makan bekal ku tiba-tiba ada seseorang menghampiriku.


Quote:

Clara : “sorry hp gue ketinggalan” katanya sambil mengambil handphonenya

Aku : “...”

Baru beberapa langkah sebelum dia meninggalkan bus, Clara menengok ke arahku

Clara : “tempat makan lo lucu” katanya sambil tersenyum lalu pergi dengan berlari-lari kecil

Aku : “  “



Setelah bekalku habis aku segera menuju penginapan dengan lainya, dalam satu kamar terdapat dua kasur besar yang di isi oleh empat orang. Setelah merapikan barangku di kamar aku segera mengikuti kegiatan yang dilakukan, tidak terlalu ingat aku akan kegiatan yang kulakukan waktu itu, yang ku ingat hanyalah saat aku dan Iqbal saling dorong di pinggir telaga sampai kami berdua jatuh ke dalam telaga yang sangat dingin itu, aku yang tak terima dengan hal itu langsung menjatuhkan Iqbal lagi saat kami bangun yang berakhir dengan gulat denganya di dalam telaga, semua orang hanya memperhatikan kami yang saling bunuh saat itu dengan para wanita yang melihat kami dengan tersenyum dan para senior yang menyuruh kami untuk naik tetapi tidak kami hiraukan. Mungkin para laki-laki itu mulai bosan hanya menonton dan ikut masuk ke dalam telaga untuk bermain air. Pada akhirnya kami mendapatkan kemarahan dari senior terutama senior perempuan karena jadwal menjadi terlambat yang berbuah beberapa kegiatan menjadi di tiadakan.


Pada malam hari di adakan acara api unggun setiap kelompok di wajibkan membawakan sebuah yel-yel yang memang sudah di buat oleh tiap kelompok saat awal MOS, selain itu setiap kelompok di wajibkan menampilkan sesuatu untuk di pertontonkan. Kebanyakan dari kami memilih untuk menyanyi begitu juga dengan kelompokku, kami membawakan lagu dengan aku sebagai gitaris, Arif sebagai bassis dan Fia yang bernyanyi, entah lagu yang kami bawakan waktu itu yang jelas tidak begitu berkesan menurutku. Acara api unggun malam itu di sudahi pukul sepuluh malam, dan kami segera di suruh untuk tidur agar melepas lelah kami waktu itu.


“Dukk Dukkk Dukk” suara pintu kamar yang di pukul dengan keras membangunkan kami. Ku tengok ke arah jam menunjukkan pukul dua pagi.

“Bangun woii bangun!!” teriak seseorang di luar sana, yang ku tahu itu adalah para senior

Bakal jadi pagi yang melelahkan menurutku, karena sepertinya benar bakal ada jurit malam seperti yang di rumorkan sebelumnya. Ku kumpulkan nyawaku sebelum melangkahkan kaki ke luar kamar, ku lihat teman sekamarku sepertinya juga sedang mengumpulkan nyawa sambil mengucek (maaf tidak tahu bahasa indonesianya) mata, masih menguap, dan kulihat Arif sedang menggaruk selangkanga nya. Setelah nyawaku terkumpul kembali aku pergi ke toilet untuk membasuh muka lalu mengambil senter sebelum akhirnya berkumpul ke tempat api unggun semalam. Ku lihat sebuah api unggun sudah menyala kembali seperti semalam sebagai penerangan kami. Para senior menjelaskan bahwa jurit malam akan di lakukan berpasangan dengan pasangan di undi oleh para senior dan setiap pasangan di beri jeda 10 menit sebelum giliran pasangan lainya. Entah sudah berapa pasangan sampai Iqbal mendapat giliran, dan dia mendapatkan Clarisa sebagai pasanganya, terlihat senyum kepuasan dalam mukanya itu karena dia merupakan salah satu dari para wanita yang masuk dalam daftar incaranya. Selang beberapa pasangan akhirnya giliranku, entah kebetulan ataukah takdir aku berpasangan dengan Clara.


Kami pun mulai berjalan dengan berbekal dua buah senter menyusuri hutan dengan pepohonan yang menjulang tinggi. Kami di suruh menyusuri jalan setapak yang ada di hutan itu sambil mencari sebuah tanda panah yang sudah di pasang di beberapa tempat yang menunjukkan arah rute yang di tuju, hawa dingin di sertai dengan tempat yang begitu gelap cukup membuat bulu kudukku berdiri terlebih lagi aku harus menyenteri pepohonan untuk mencari tanda panah itu, bayangkan saja kalau muncul sesosok makhluk saat aku menyinari barisan pepohonan dengan senterku. Saat pikiranku sedang bertarung dengan rasa takutku tiba-tiba jaketku di pegang oleh sesuatu, dan saat aku menengok kebelakang seorang wanita dengan rambut yang menutupi wajahnya terpampang jelas didepan mukaku.


Quote:

“ASSSTAGGGFIRULLLAAAHHH!!!” teriakku

Komentar