Change Of My Life - KaskusSFTH rekomendasi part 7

Quote:

Aku : “MAU LO APA HAH????”

Iqbal : “Santai su!” jawabnya, sambil menepuk dengan sangat keras

Aku : “...” ku lihat Clara hanya senyam senyum melihatku

Aku : “ngapain lu kesini?”

Iqbal : “nyapa lu doank, lanjutin gih tidurnya” jawabnya lalu pergi

Aku : “sialan”

Clara : “galak amat sih pak” katanya sambil masih ketawa

Aku : “bodo amat”



Tak lama kemudian datanglah seorang guru wanita berumur sekitar dua puluhan, saat pertama kali ku melihatnya kata pertama yang terlontar adalah cantik, muka putih bersih dengan bibir tipis dan senyum menawan, di tambah balutan hijab yang menutupi kepalanya yang menyejukkan hati. Beliau bernama bu Nurul, beliau adalah wali kelas kami dan akan mengajarkan kami tentang apa itu biologi. Beliau adalah guru yang baik dan lemah lembut, mungkin menurut sebagian orang bu Nurul adalah guru idaman. Tapi ini bukan kisahku dengan guru biologiku, jadi ku cukupkan saja pembahasan tentang beliau.


Setelah bu Nurul memperkenalkan diri, kami pun di perintahkan beliau untuk memperkenal kan diri satu persatu di depan kelas, dan di berikan pertanyaan seperti hobby, cita-cita, telah mempunyai pacar apa belum, dan sebagainya. Tentu saja aku lah yang mempunyai cita-cita berbeda dengan orang lain yang bercita0cita menjadi dokter, insinyur, pilot dan sebagainya, cita-citaku bukanlah sesuatu yang muluk-muluk (terlalu tinggi) karena aku hanya bercita-cita untuk menjadi penguasa dunia, ya walau kemungkinan itu hanya satu banding satu triliun persen tetapi kemungkinan itu tetap ada, dan itulah cita-citaku sampai sekarang. Saat Clara memperkenalkan diri di kelas, dia mengaku telah mempunyai seorang pacar yang tentu membuat seluruh siswa laki-laki di kelasku kecewa kecuali aku karena jujur aku masih berharap terhadap teman SMP ku dulu walau pun tidak ada kemajuan karena aku tidak bergerak sama sekali untuk mendekatinya.


Setelah sesi perkenalan telah selesai bu Nurul hanya membacakan hal-hal kecil terkait peraturan dan tata tertib sekolah, juga memberi kami motivasi untuk belajar lebih giat lalu ijin pergi. Selang beberapa lama ada panggilan untuk seluruh siswa kelas satu agar berkumpul di aula sekolah. Di aula acara kami adalah untuk menyerahkan surat merah dan surat hitam untuk panitia MOS, surat merah untuk orang yang menurutmu baik atau kamu suka, sedangkan surat hitam untuk orang yang kamu benci. Saat aku melangkahkan kaki untuk menyerahkan surat merah milikku Indah yang berada di depan ku tersenyum lalu ku balas senyum nya, lalu aku berjalan melewatinya dan mendekati Adel yang berada di belakangnya lalu ku serahkan surat merahku itu, yang tak perlu kalian tahu apa isi nya.


Quote:

Aku : “Makasih kak udah ngobatin” kataku

Adel : “Eh iya, udah tugas gue kali”

Aku : “Ya gapapa”

Adel : “Yakin lo ngasihke gue?” tanya nya sambil menunjukan amplop merah itu

Aku : “Iya, emang kenapa?” tanyaku

Adel : “ga enak aja”

Aku : “ga enak kenapa?” tanyaku dengan heran

Adel : “coba lu balik badan deh”

Ku balikkan badan ku dan ku lihat Indah dan Clara menatap ke arahku, lalu mereka memalingkan wajah mereka saat aku melihat mereka, tapi mungkin perasaan ku saja.

Aku : “ga ada apaapa”

Adel : “Itu tadi Indah sama cewe angkatan lu yang cakep itu melototin gue tadi”

Aku : “Cuma perasaan kali kak”

Adel : “mungkin sih, panggil Adel aja ga usah pake kak”

Aku : “Sip, gua balik dulu ya mau ngasih in ini” kataku sambil memperlihatkan surat hitam



Ku langkahkan kaki ku mendekati orang yang telah mempermalukan ku minggu lalu, sekaligus menjawab tantangan si Iqbal. Sedikit cerita kemarin malam Iqbal suskes mengompori aku untuk membalas si Aldo.


Quote:

Aldo : “mau apa lo?”

Aku : “nih gue kasih oleh-oleh”

Aldo : “kaga butuh gue”

Aku remas surat itu lalu ku lempar tepat di wahahnya

Aku : “gue juga ga butuh”

Aldo : “anjing lo” sambil inget menonjokku tapi di tahan oleh temanya

Aku : “lepasin aja, pukulan kaya banci gitu ga berasa buat gue”

Aldo : “anjing lo nantangin gue” kali ini bukan temanya tapi Iqbal yang memegang tangan Aldo

Iqbal : “weitss santai bro, jangan rusak nih acara”

Aldo : “siapa lo ikut campur”

Iqbal : “orang ganteng yang kebetulan lewat”

Tiba-tiba Agus datang dan menghampiri kami

Agus : “kalo mau ribut jangan di sini, lo juga mulut lo bisa santai ga do?” tanya nya sambil menunjuk Aldo

Agus : “Buat yang lain ini bukan tontonan!” teriak Agus ke semua orang yang ada di Aula

Aku : “belakang sekolah jam dua, gua tunggu” kataku sambil menunjuk wajah Aldo



Aku dan Iqbal pun pergi meninggalkan mereka dan kembali ke bangku kami, situasi kembali kondusif setelah Agus mengambil alih acara. Acara kemudian di lanjutkan dengan panitia yang meminta maaf atas semua yang di lakukan selama MOS, mereka bilang kalau mereka sedang pada mode galak atau apa itu hanya rekaya belaka tapi apakah memukul orang itu juga termasuk rekaya? Jika iya apakah mereka menanggap ku seorang stanman yang siap untuk menerima pukulan juga untuk di korbankan?


Waktu masih menunjukan pukul setengah sebelas menjelang siang, masih sangat lama dengan waktu yang di janjikan, jadi aku pun memutuskan untuk kembali ke kelas. Aku ambil handphone milik ku untuk bermain game aku lupa apa gamenya yang jelas itu game kaya petualangan sambil ngumpulin berlian di ancorwat. Clara pun datang menghampiri ku yang memang berada di sebelah tempat duduk milik nya.


Quote:

Clara : “Zi..” katanya

Aku : “hmm..” jawab ku yang masih fokus dengan game ku

Aku : “Awww..” aku berteriak karena pinggangku di cubit oleh Clara

Clara : “Ish.. kalo di ajak ngomong itu liat yang ngomong”

Aku : “iya ini udah” jawab ku yang menghadap ke arah nya, karena aku tahu percuma berdebat

Clara : “Kantin yok” ajaknya

Aku : “ayok dah” jawab ku yang memang sudah lapar

Di kantin aku memesan nasi pecel dan es susu coklat, sedang kan Clara hanya memesan es jeruk.

Clara : “tadi ngapain sih sama Aldo”

Aku : “ga terima dia dapet amplop item” jawabku

Clara : “bener?”

Aku : “kenapa? Mau tau aja urusan orang”

Clara : “Ish... “

Clara : “Buuu es jeruk nya yang bayar nih anak” sambil menunjuk wajah ku lalu pergi dari kantin, padahal pesanan belum datang



Pesanan pun datang tanpa di beri aba-aba aku langsung menghabiskan pesanan ku itu karena memang telah lapar sejak tadi. Setelah makanan ku habis aku pun menyuruh ibu penjaga kantin sebut saja bu maryani atau yang kerap di panggil mami untuk membungkus es jeruk pesanan Clara tadi lalu menyelesaikan pembayaran lalu kembali ke kelas. Di perjalanan menuju kelas aku melihat Clara bersama seorang laki-laki yang tidak aku kenal berdua saja, ku langkah kan kaki ku mendekati mereka.


Quote:

Aku : “nih es jeruk lo” sambil menyerahkan es jeruk itu

Clara : “makasih”



Aku hanya membalasnya dengan mengacungkan jempol dan langsung masuk ke kelas dan langsung duduk di bangku ku dan langsung memakan mata maling yang memang telah ku beli tadi (baca “moto maling”/ makanan yang terbuat dari mlinjo yang di goreng). Tak lama kemudian Clara sudah kembali duduk di samping ku.


Quote:

Clara : “lo mau berantem ya sama Aldo?” tanya nya

Aku : “tau dari mana lo?”

Clara : “itu tadi kakak kelas”

Aku : “ngasal tuh anak”

Clara : “masalah apaan sih sama Aldo?”

Aku : “bukan urusan lo”

Clara : “Ish.. ngapain sih, ga usah berantem”

Aku : “terserah gue”

Clara : “bodo”



Clara pun pergi dengan muka kesal entah kenapa, tak lama ber selang muncul ke pala Iqbal dari jendela di samping ku yang sukses membuatku kaget.


Quote:

Aku : “anying kaget gue”

Iqbal : “wkwkwkwk.. udah siap belom?”

Aku : “siap ngapain?”

Iqbal : “berantem bego!” jawabnya sambil menjitak kepala ku

Aku : “masih setengah jam”

Iqbal : “penantang datang duluan lah”

Aku : “o iya”

Komentar