Change Of My Life - KaskusSFTH rekomendasi part 15

Setelah Clara melotot padaku akhirnya akupun akhirnya meng-iyakan permintaan, maaf maksudku perintah darinya. Setelah Sang Ratu memberikan piring ‘porsi kuli’ tersebut dia hendak menutup pintu tapi saat dia akan menutup pintu aku memprotes hal tersebut.


Quote:

Aku : “eh mau ngapain”

Clara : “nutup pintu”

Aku : “jangan”

Clara : “kenapa emang?”

Aku : “kata bokap entar muncul setanya” jawabku yang saat itu aku belum mengerti maksud dari perkataan ayahku, ku kira akan muncul setan seperti kuntilanak, pocong, dkk jika laki-laki dan perempuan terdapat dalam sebuah ruang tertutup, aku bahkan kagum dengan kepolosanku dulu yang bahkan tidak tahu tentang film dewasa (b*kep) pada saat itu.

Clara : “di tutup juga lo ga berani pasti”

Aku : “iya gua ga berani, makanya di buka aja” jawab ku yang tak tahu apa maksud perkataanya itu, ah sunggung menakjubkanya diriku

Clara : “iya iya”



Clara lalu duduk di sampingku di kasur berwarna merah muda miliknya itu. Aku menyuapinya satu suap demi satu suap, cukup susah untuk menyuapinya karena dia banyak bicara tentang apa yang terjadi di sekolah kemarin juga menceritakan film yang di tonton nya tadi malam yang bahkan aku tidak tahu film apa itu, menyuapi Clara hampir mirip seperti menyuapi anak kecil karena dia mengunyah sangat lama dan banyak bicara sampai nasinya dingin. Setelah empat puluh lima menit akhirnya makanan ‘porsi kuli’ itu habis dan masuk kedalam perut nya itu untuk di cerna, sebuah misteri kenapa dengan porsi makanya yang sangat banyak seperti itu dia tidak berubah menjadi gendut, mungkin jika ada rahasia dibalik nya bisa di gunakan untuk kegiatan wirausaha atau bahkan bisnis online yang sekarang marak sekali di sosial media “sis yuk cek IG kita, mau langsing dengan tulang rusuk terlihat lebih jelas atau bentuk perut seperti orang busung lapar? Kami punya solusinya” sungguh aneh sekali iklan jaman sekarang ini, bahkan ada iklan semacam ini “mau hamil tapi tidak punya pasangan? Kami punya solusinya! Tidak hamil uang kembali” hahaha hanya bercanda.


Setelah selesai makan Clara mengajakku untuk kebawah, dia mengajakku untuk melanjutkan menonton film yang dia tonton semalam, mungkin lebih tepatnya bukan TV-Series atau Sinetron. Kami menonton menonton senetron tersebut di ruang keluarga yang memang terdapat sebuah TV yang cukup besar pada zaman pitecanthropus saat itu. Kami menonton senetron dari DVD yang Clara punya, entah film apa yang kita tonton saat itu, yang jelas itu film dengan bahasa yang tidak kumengerti sama sekali, film yang bercerita tentang seorang wanita yang mengidap kanker dan pacarnya yang selalu mendukungnya untuk melawan penyakit tersebut kalau tidak salah. Kita berdua menghabiskan banyak itu untuk menghapus air mata kami berdua, bukan hanya Clara aku pun juga ikut meneteskan air mata karena terbwa oleh alur cerita, kalau bahasa gaulnya sekarang ‘baper’. Dan film tersebut berakhir dengan kematian sang wanita tersebut, entah di setting dengan sad ending atau dibuat sedemikian rupa agar ada season dua dari serial tersebut karna biasanya film pasti berakhir dengan happy ending, kalau belum ‘happy’ berarti belum mencapai endingnya.


Quote:

Clara : “Idih nangis”

Aku : “lu juga nangis pea”

Clara : “cewe mah bebas, lu cowo nangis”

Aku : “ga ada aturanya cowo ga boleh nangis”

Clara : “cowo ko cengeng”

Aku : “cowo tau kapan harus nangis”

Clara : “ga waktu nonton film juga kali”

Aku : “lah itu kasian banget cowonya”

Clara : “kok kasian ama cowonya, kan yang sakit cewenya”

Aku : “yang ditinggalin kan cowonya”

Clara : “iya ya, lah bodo amat”

Clara : “main PS aja yu”

Aku : “emang punya?”

Clara : “punya lah, gini-gini gue jago maen PS”

Aku : “hayuk lah, hajar”



Clara pun menyiapkan PS yang akan kita gunakan, selagi dia membenarkan PS-nya terbesit sebuah pertanyaan di dalam pikiran ku ‘clara kan punya pacar, kenapa dia minta gue yang kesini bukan pacarnya?’ bukan apa-apa tetapi aku malas nanti kalau harus ribut dengan pacarnya, dari pengalaman kemarin yang aku hanya pergi kekantin saja sudah ribut, bahkan dengan orang yang bukan pacarnya. Aku pun bertanya mengenai hal tersebut untuk mengklarifikasi hal itu, agar tidak terjadi pertengkaran dengan pacarnya.


Quote:

Aku : “pacar lu kemana? Kok kaga jengukin lo?”

Aku : “ini kan udah lewat jam pulang sekolah”

Clara : “kenapa emang?”

Aku : “gue males ribut lagi”

Clara : “santai aja, gue belom punya pacar kok”

Aku : “lah waktu di kelas katanya udah punya”

Clara : “bohong itu, biar ga ada yang deketin gue”

Clara : “lagian lucu juga liat muka anak laki pada lesu gitu waktu gue bilang punya pacar”

Aku : “bohong dosa”

Clara : “iya tau, mana ada bohong dapet pahala”

Clara : “tapi muka lo biasa aja waktu denger”

Aku : “lah emang musti gimana?”

Clara : “kasih tampang muka kesel gitu kek, gue kan cakep  “

Aku : “pede gila”

Clara : “biarin, emang bener kan ”

Aku : “iya in aja deh biar seneng”

Clara : “tapi jangan bilang-bilang ke anak-anak, ini rahasia”

Aku : “bukan rahasia lagi kalo lo udah cerita”

Clara : “yaudah pokoknya lo aja yang boleh tau”

Aku : “ya ya, paling ntar juga udah lupa soal barusan”

Aku : “udah belom, buruan main”

Clara : “udah nih” sambil menyerahkan satu stick PS padaku

Clara : “main apaan?” tanya nya

Aku : “apaan aja deh, paling gue yang menang”

Clara : “liat aja ntar, yang kalah beliin es krim ya”

Aku : “siap”

Clara : “ini balapan aja” katanya sambil memilih kaset moto GP



Aku menggunakan stonner sedangkan Clara menggunakan Valentino Rossi aka The Doctor. Kami bermain sepuluh lap, Valentino Rossi memimpin sampai lap kedua sebelum akhirnya Stonner dapat menyusulnya pada jalanan lurus, sayang nya pembalap pada dengan nomor empat puluh enam tersebut dapat mengambil alih posisi pada lap keenam, balapan berlangsung sangat sengit karena Stonner dapat memimpin pada lap kedelapan dengan Rossi yang menempel tepat di belakangnya, pada lap kesepulu di tiga tikungan terakhir, Clara bermain curang, dia menggelitiki pinggangku yang membuat Stonner melebar keluar arena balap menuju ke daerah berpasir, yang membuat Valentino Rossi menjuarai ajang moto GP waktu itu.


Quote:

Aku : “aih curang mainya”

Clara : “kalah kalah aja ga boleh protes”

Aku : “apaan main gelitikin gitu”

Clara : “salah sendiri pinggang tak dalam pengawasan”

Aku : “aih pembelaan macam apa itu”

Clara : “ah pokoknya besok beliin es krim buat gue  ”

Aku : “iya nyai, tapi es tung-tung aja ya”

Clara : “ye engga lah, apaan nraktir Cuma lima ratus perak gitu”



Setelah kejadian dimana Clara melakukan kecurangan saat di langsungkanya perlombaan moto GP, kami hanya mengobrol, entah mengobrol apa yang jelas aku sudah lupa. Pukul lima sore ayah Clara sudah pulang dan aku pun ijin pamit untuk pulang, karena memang sudah di telpon ibu ku juga untuk segera pulang. Sampai rumah aku di introgasi oleh kedua orang tuaku tentang apa yang aku lakukan, dan aku ceritakan semua yang terjadi, dan yang membuatku kesal adalah komentar ayah ku.


Quote:

Ayah : “malu-malui papah aja, nangis depan cewe”

Ayah : “apaan pacaran Cuma main PS, cemen”

Dan segala macam hinaan lain di lontarkan oleh ayahku

Komentar