Change Of My Life - KaskusSFTH rekomendasi part 3

Sangat berbahaya menurutku kalau Iqbal sampai tahu, karena dia memiliki sumbu pendek atau lebih tepat nya jarang berpikir panjang. Pernah waktu SD kelas 3 kalau tidak salah, saat itu ada kakak kelas yang rumahnya tidak jauh dari komplekku mengerjaiku dengan menancapkan paku pada sepedaku. Iqbal yang tahu hal itu tidak terima dan mendatangi rumahnya dan langsung melempari setiap jendela kaca di rumah itu dengan batu, sebelum akhirnya Adi di bawa petugas keamanan ke rumahnya.
Tapi walau aku berbohong cepat atau lambat dia akan tahu juga kalau aku berbohong, karena ada beberapa anak yanng melihatku di pukuli Aldo tadi. Dan baru saja aku berpikir seperti itu, Iqbal sudah ada di depanku lagi.

Quote:

Iqbal : “mana yang mukul lo?”

Aku : “Udahlah, cuma sobek dikit juga”

Aku : “lagian gua ga mau bikin masalah, kita masih anak baru” jawabku, ya aku bukan tidak berani membalas pukulan Aldo atau apapun, aku hanya tidak ingin menambah masalah kedepanya.
Jujur saja tidak ada yang aku takutkan dari Aldo, karena secara fisik aku lebih unggul, juga dari pukulanya tadi menurutku tidak ada apa-apanya dari pukulan Iqbal.

Iqbal : “kalo lu di pukulin lagi diem aja, gua yang maju” katanya, sambil kembali ke kelompoknya lagi


Soal aku dan Iqbal, pernah suatu hari aku berantem denganya entah tentang masalah apa waktu SD dulu, saat kami berantem kami di saksikan oleh empat pasang mata yang tidak lain dan tidak bukan adalah kedua orang tua kami berdua, beberapa kali ibuku dan ibu Iqbal ingin menghentikan tertikaian kami, tapi di larang oleh kedua ayah, karena menurut mereka pertemanan seorang laki-laki akan lebih kuat jika sering berantem. Dan sejak kejadian itu tak jarang kedua ayah kami mengadu domba kami haya untuk membuat kami melakukan adu pukul. Sejak saat itu tak jarang pula aku dan ada bertanding atau lebih kerenya sparring dengan pukulan kami tanpa ada masalah dan dendam apapun, walau pun setiap sparring aku merasa Iqbal benar-b enar ingin membunuhku, tetapi tidak munafik juga aku menikmati setiap pukulan yang mengenai mukanya. Aneh memang tetapi itulah kami. Perkelahian terakhir kami adalah dua tahun lalu saat dia sedang hancur-hancurnya, ya aku yang memulai pertikaian karena dia mempunyai masalah tetapi tidak mau bercerita padaku, selain itu dengan saling pukul akan meredakan beban pikiranya pikirku.

Setelah acara hukum-hukuman acara di lanjutkan dengan presentasi dari seorang guru dari bagian kurikulum yang menyampaikan tentang program program sekolah selama setahun ke depan. Lalu kakak senior mulai mengambil alih acara dengan sesekali bercanda, juga membentak-bentak kami haya karena masalah sepele, dan beberapa senior laki-laki yang berusaha menarik perhatian perserta MOS yang sekiranya menurut mereka cantik atau menarik untuk di dekati.

Sampai hari jum’at tidak ada yang istimewa hanya beberapa kali Indah meminta maaf soal Aldo yang bahkan menurutku bukan salahnya itu, sesekali juga dia mengajakku pergi keluar acara tetapi selalu kutolak dengan halus dan beralasan tidak enak dengan peserta MOS yang lain, selain itu aku juga mengikuti kegiatan sesuai prosedur walau beberapa kali di bentak karena aku tertidur dengan acara yang membosankan. Pulang dari acara yang kurang mendidik itu aku menyiapkan barang bawaan yang harus kubawa untuk kita kamping di dekat telaga sarangan selama dua hari besok.

Komentar