Change Of My Life - KaskusSFTH rekomendasi part 11

Pintu ke berangkatan menuju dunia film pun telah di buka, dan kami sudah harus memasuki studio bioskop karena film sudah akan di mulai. Kami pun memasuki bioskop setelah Clara memberikan dua tiket untuk di sobek ujung nya oleh wanita cantik yang menjaga pintu studio bioskop. Entah kenapa perasaan ku tidak enak karena aku juga tidak tahu film apa yang akan aku tonton.
Kita pun duduk di dalam bioskop di baris tengah yang agak ke atas tempat yang menurut ku begitu cocok, karena tidak perlu menghadap ke atas ataupun ke bawah. Film pun di putar, dan kalau tidak salah kami menonton film romance, maaf buat kalian yang menebak film horror karena saya mengecewakan anda. Baru sekitar sepuluh menit film di putar aku sudah merasakan kantuk yang luar biasa karena memang tempo film yang lambat.


Quote:

Aku merasakan ada goncangan di tubuhku dan sayup-sayup terdengar seseorang memanggil namaku

Clara : “zi ozi bangun..”

Clara : “film nya udah selesai”

Aku : “emm?? Ya”



Kulihat sekitar sambil mengumpulkan nyawaku, hanya tersisa beberapa orang muda mudi yang sedang di mabuk cinta ada di situ. Kami pun keluar ke dari bioskop dan entah kenapa aku merasakan seperti ada banyak orang memperhatikanku tetapi tidak terlalu aku pikirkan. Ku antar Clara pulang, yang ternyata tidak terlalu jauh dari rumahku mungkin hanya sepuluh kilometer, menurutku itu tidak jauh, karena kalau di banding jarak dari rumah ke sekolah masih terbilang jauh jarak rumah ke sekolah. Rumah terbilang cukup besar walau tidak sebesar rumahku mungkin hanya selisih beberapa meter, sampai di rumah itu seseorang membukakan pintu gerbang untuk kami dan mempersilahkan kami untuk masuk.


Quote:

Aku : “gue langsung pulang ya”

Clara : “jangan”

Aku : “kenapa?”

Clara : “sini ikut dulu, ada yang mau gue tunjukin ke elo” jawabnya dengan wajah seperti menahan tawa

Aku pun mengikuti Clara dan sampai lah kami di depan pintu kamar mandi

Aku : “Kamar Mandi?”

Clara : “iya?”

Aku : “belum waktunya mandi”

Clara : “maksudnya?”

Aku : “biasanya gue mandinya waktu mau maghrib”

Clara : “yeee siapa yang nyuruh lo mandi?”

Aku : “lha trus ngapain ke kamar mandi? Nyuruh pipis?”

Clara : “udah deh sini aja”

Clara menarik tanganku untuk masuk ke dalam kamar mandi

Clara : “sekarang lo liat itu” katanya sambil menunjuk kaca yang ada di kamar mandi itu

Ku lihat ke arah kaca, dan kampretnya itu ada air liur yang cukup besar di sekitar mulutku yang sudah terlihat mengering, pantas saja aku merasa ada beberapa orang yang menertawakanku bahkan orang yang membukakan pintu gerbang di rumah ini pun seperti menahan tawa saat melihatku.

Langsung ku basuh mukaku perlahan hingga tidak ada sedikit pun noda membandel di wajahku. Ku tengokkan kepalaku ke kanan dan kekiri sambil melihat ke arah kaca.

Aku : “udah ganteng seperti biasa” ucapku pelan

Clara : “idih pede gila”

Aku : “harus”



Clara menyuruhku untuk menunggu di ruang tamu sekalian dia ganti baju dan membuatkan minum untuk ku. Karena aku merasa bosan dengan Clara yang tidak kunjung datang, aku pun keluar rumah dan mendapati seorang ibu-ibu yang sedang menyiram tanaman.


Quote:

Aku : “permisi tante”

“eh iya nak”

Aku : “kenalin tante, Fauzi temanya Clara”

“panggil bi ijah saja, saya pembantunya non clara mas bukan ibunya lho”

Aku : “oh gitu ya, trus papah mamahnya mana bi?”

Bi Ijah : “kalo papahnya non Clara masih kerja, kalo mamah nya udah ga ada mas dari non Clara masih TK”



Lalu aku pun bersama bi ijah tentang Clara waktu masih kecil, dan dia bilang aku satu-satunya teman laki-laki yang pernah menginjakkan kaki di rumah ini, tak lama kemudian Bi Ijah pamit untuk ke belakang karena ada yang harus di kerjakan. Aku pun memilih untuk duduk di ayunan ada di depan rumahnya daripada kembali ke ruang tamu, tak lama berselang Clara keluar dengan membawa nampan berisi minuman. Clara keluar mengenakan t-shir putih polos, rambut yang di kuncir kuda dan juga mengenakan celana pendek di atas lutut yang menunjukkan kaki nya yang putih mulus tanpa bulu. Calra pun menghampiri ku ke ayunan


Quote:

Clara : “dicariin juga malah disini”

Aku : “enakan di sini, adem”

Aku : “ganti celana gih yang agak panjangan”

Clara : “kenapa?”

Aku : “ga enak aja liatnya”

Clara : “ye ga normal, mulus loh, belom pernah di pegang orang laen” goda Clara

Aku : “gue pulang ya”

Clara : “eh eh iya gue ganti” ucapnya lalu pergi masuk kembali ke dalam rumah

Tak lama berselang Clara kembali dengan mengenakan celana traning panjang dengan motif tiga buah garis di sampingnya, dan langsung duduk di depanku.

Clara : “tau gak..”

Aku : “gak”

Clara : “belum selesai”

Clara : “tau gak..”

Aku : “gak”

Clara : “ihhh pulang sana”

Aku pun berdiri dan bermaksud untuk pulang

Clara : “eh ga jadi jangan pulang dulu”

Aku pun kembali duduk di ayunan besi itu

Clara : “lo cowo pertama yang pernah ke rumah gue loh”

Aku : “udah tau”

Clara : “loh kok bisa?”

Aku : “aku bisa ngramal”

Clara : “boong, pasti bibi yang ngasih tau”

Aku : “hehe”



Dan kami berdua pun ngobrol tentang hal-hal kecil, dan membicarakan beberapa guru yang ada di sekolah yang bahkan guru yang di sebutkan oleh Clara aku tidak tahu wajahnya seperti apa karena memang hanya beberapa guru yang baru masuk ke kelas, tetapi Clara sudah tahu banyak guru. Tak lama berselang sebuah mobil sedan hitam memasuki rumah, mobil pun di buka seorang pria dewasa dengan mengenakan jas keluar dari mobil tersebut, itu ayahnya clara, kami pun langsung menghampiri beliau.


Quote:

Clara : “papahh..” teriak Clara sambil memeluk ayahnya

“eh siapa ini? Clara udah punya pacar ya”

Aku : “Fauzi om, temen sekelasnya Clara” ucapku lalu mencium tangan beliau

“panggil om bowo aja”

Aku : “iya om, sekalian mau pamit pulang”

Clara : “loh kok pulang sih”

Aku : “udah gelap, belum ngabarin orang rumah juga

Om Bowo : “yaudah hati-hati, saya masuk dulu ya, Clara kamu anter fauzi sampai ke depan rumah”

Clara : “iya pah”

Komentar