Pukul 20:00 Tepat
Ku buka mataku perlahan kilapan cahaya lampu menyilaukan mataku, butuh beberapa detik untuk sel kerucut (bener kan?) di mataku untuk menyesuaikan cahaya di sekitar. Ku rasakan sesuatu menindih tanganku, kulihat sesosok wanita yang sepertinya tertidur dengan membenamkan kepalanya ke dalam lipatan tangan. Hal terakhir yang ku ingat adalah jurit malam yang ku lakukan bersama Clara sebelum akhirnya kulihat sesosok kuntilanak di depanku, Clara? Ya, aku sampai lupa saat jurit malam kemarin aku bersama Clara, karena aku yang sangat takut dengan tempat seram, aku memang paling anti dengan sesuatu yang berbau mistis, mungkin aku pingsan tadi malam dan berakhir di kamar penginapan ini.
Pintu kamar pun terbuka munculan sosok Iqbal di sana.
Quote:
Iqbal : “anjir lu, kasian noh Clara mukenya ampe panik banget liat lu pingsan”
Aku : “Clara?” tanyaku sambil menunjuk wanita itu
Iqbal hanya mengangguk
Clara : “emmm......” clara mulai bangun dan menyisir rambut panjangnya itu ke belakang
Dia mulai membuka matanya dan melihat ke arahku
Clara : “Fauzi??!!” ucapnya dengan mata kaget
Aku : “Clara?” jawabku dengan ku lebarkan mataku
Clara : “maafin gue zi, gue ga tau kalo lo takut banget sama hantu, gue cuma pengen iseng lo, ga taunya lo ampe pingsan kaya gini” ucapnya, sambil beberapa butir air mata menetes dari pelupuk matanya itu
Aku : “...” aku sebenarnya marah dengan hal itu tapi ya entah kenapa air mata itu membua amarahku itu surut seketika juga
Clara : “maafin gue zi” ucapnya lagi
Aku : “iya udah santai aja” jawabku sambil memejamkan mata dan tersenyum ke arahnya, walau pun sebenarnya aku cukup tidak suka dengan apa yang dilakukanya itu
Lalu tercipta keheningan beberapa saat, karena aku pun tak punya pengalaman apapun untuk meredakan tangisan perempuan walaupun Clara tidak menangis hanya sesenggukan saja
“EEHHHEEMMMMM!!! BREMMMM!!!”
Iqbal : “jadi obat nyamuk nih gua” ucapnya sambil mengangkat satu buah alisnya
Lalu Iqbal memulai obrolan yang membuat suasana saat itu menjadi cukup hangat, aku lupa saat itu membicarakan hal tentang apa, yang jelas Iqbal lah yang banyak bicara dan aku pun berterima kasih karena hal itu
Minggu sore sekitar pukul empat kami sudah berkemas dan siap kembali ke sekolah untuk pulang. Selama perjalanan banyak yang tidur karena mungkin ke capekan karena hari itu acaranya adalah outbond dan selama itu juga Clara selalu menempel padaku, dimana ada dia pasti ada aku kecuali di kamar manda, sempat terjadi adegan peluk-pelukan juga saat ada sesosok serangga terbang melewati kami berdu, saling peluk? Ya, kami saling peluk karena aku membalas pelukan itu, bukan karena cari kesempatan atau apa tapi aku juga takut terhadap serangga terutama kecoa yang bisa terbang, untung saja serangga itu bukan kecoa, selain itu aku juga takut dengan ular, tikus, dan cicak yang jatuh dari langit kalau tidak jatuh aku tidak takut. Di perjalanan Clara hanya tidur, tidak seperti saat perjalanan ke lokasi acara yang posisi Clara menyender pada lenganku, kali ini dia menyenderkan kepalanya di jendela bus. Ku lihat dia seperti mengigil karena kedinginan, karena saat itu kabut juga sedang tebal-tebalnya, karena merasa iba aku lepas jaketku dan ku gunakan untuk menyelimuti tubuhnya itu. Aku merasakan sebuah sentuhan di pipiku, ku buka mataku perlahan dan kulihat Clara sedang menekan-nekan pipiku dengan jari telunjuknya.
Quote:
Clara : “Ozi... ozi... bangun udah sampe” ucapnya
Aku : “hmmm”
Clara : “buruan bangun” masih menekan-nekan pipiku
Aku : “iya iya” ucapku lalu segera bangun, ambil tasku lalu pergi meninggalkanya
Aku turun dari bus lalu lalu masuk ke sekolah, hari sudah gelap, sang surya sudah kembali ke belehan dunia yang lain dan hanya mengirimkan secarik cahanya melalui perantara bulan di bantu gemerlap bintang-bintang lain di angkasa sana. Ku lihat handphoneku menunjukkan pukul enam lebih, ku langkahkan kaki ku ke masjid dalam sekolah untuk menunaikan kewajibanku sebagai seorang muslim.
Selesai sholat ku hubungi telepon di rumah untuk segera menjemputku, setelah selesai mengirimkan S.O.S terhadap orang rumah ku langkahkan kaki ku keluar gerbang sekolah, di depan gerbang sekolah kulihat Indah sendirian (kondisi sekolah memang sudah sepi tinggal beberapa murid saja, dan mereka kebanyakan memang lebih memilih menunggu di dalam).
Quote:
Aku : “Assalamualaikum kak” sapaku ke padanya
Indah : “Eh iya walaikumsalam zi”
Aku : “gak pulang kak?” pertanyaan bodoh, sudah jelas dia menunggu jemputan
Indah : “ini baru nunggu jemputan” jawabnya
Aku : “yaudah kak, duluan ya, ...” jawabku, belum sempat mengucapkan salam
Indah : “mau kemana zi?” tanyanya
Aku : “Itu ke warung mie ayam depan”
Indah : “eh gue ikut, sekalian nunggu jemputan kayaknya masih lama juga”
Aku : “yaudah ayuklah”
Kami berdua pun masuk kedalam warung kecil yang terbuat dari terpal itu, aku memesan miso (mie ayam + baso) dan segelas susu coklat hangat, sementara Indah hanya membeli jeruk hangat.
Quote:
Aku : “ga pesen makanan? Kalo mau pesen aja, gue yang bayar”
Indah : “Engga, ini aja”
Aku : “Jeruk kalo di kasih aer panas vitaminya ilang loh” ucapku mengomentari pesananya tadi
Indah : “iya ya? Tapi bodo amat lah enakan gitu”
Indah : “Oh iya, lu kok jarang bales sms gue sih? Sekalinya bales lama banget”
Aku : “kalo di rumah maen PS lupa sama handphone” jawabku jujur, aku memang jarang memegang handphoneku saat di rumah
Indah : “ohhh..” katanya sambil membuat mulutnya menyeripai huruf “o”
Lalu kita membicarakan hal-hal kecil, dan di bercerita tentang Iqbal yang menembak Clarisa di depan api unggun dan di lihat oleh semua peserta kecuali aku dan Clara, tetapi satu hal yang membuatkan merasa menyesal karena tidak melihatnya adalah Iqbal yang di tolak Clara mentah-mentah. Tak lama kemudian Indah telah di jemput oleh orang tuanya. Setelah aku menyelesaikan makanku ada sebuah notafikasi dari handphoneku yang mengabarkan bahwa tim penyelamat telah menjemputku.
Hari pertama masuk sekolah sekaligus hari pertamaku menggunakan seragam putih abu-abu, sebuah baju tradisional khas anak SMA. ku langkahkan kaki ke dalam sekolah, kulihat para murid kelas satu yang memang beberapa muka agak familiar karena pernah kulihat saat MOS sedang berkumpul pada sebuah papan pengumuman. Ku tanya salah satu murid yang berkumpul di situ, dan dia mengatakan bahwa kelas nya tidak sesuai kelompok MOS kemarin melainkan di rombak atau di acak kembali. Ku cari namaku di antara deretan-deretan nama-nama itu, ku telusuri satu-persatu akhirnya ku ketemukan nama ku, dan aku tidak sekelas dengan Iqbal, hal itu membuatku sedikit kecewa karena dari kecil kami selalu sekelas entah kebetulan atau itu hasil setiing-an dari orang tua kami.
Ku masuki ruang kelas ku, sebut saja 1-B, saat itu masih beberapa bangku yang masih kosong, ku pilih meja paling pinggir baris ketiga dan dekat jendela, ku taruh tasku yang memang tidak ada isinya itu (hari pertama jadi mungkin hanya perkenalan) ke atas meja dan menggunakanya sebagai bantal. Baru saja aku mencoba untuk tidur, “brukkk” sebuah tas di taruh di sampingku, ke tengok ke arah suarah itu dan itu sang Ratu, kenapa dia duduk di sampingku? Pikirku dalam hati, karena memang aku tidak terbiasa duduk dengan lawan jenis.
Quote:
Aku : “kok lo duduk sini sih?” tanyaku dalam hati
Clara : “kenapa? Kosong kok” jawabnya
Aku : “hufffttt” aku pun mendengus lalu berpindah ke bangku di belakang bangku tadi
Baru saja ku taruhkan tasku, Clara ikut memindahkan tasnya ke sampingku lagi, ku lihat mukanya dia hanya memiringkan kepalanya sambil menaikan alisnya dan tersenyum kepadaku, senyum yang tengil. Langsung aku berpindah ke bangku ku sebelumnya, tapi sial nya dia ikut mengikutiku lagi.
Quote:
Aku : “ngapain sih lo ngikutin gue? Tuh deket sama yang cewe-cewe kek” ucapku dengan kesal kepada nya
Clara : “terserah gue donk, kan kursinya kosong weeekkkk” sanggahnya lalu menjulurkan lidahnya
Aku “ARRGGHHHHH!!! Serah lu deh” ucapku dengan lebih kesal
Clarapun hanya senyam-senyum melihat aku yang sangat kesal dengan hal yang di lakukanya itu, ku palingkan wajahku darinya dan kembali tidur. Baru sebentar aku tidur ada yang mecolek-colek kepalaku, aku pun merasa terganggu dengan hal itu
Quote:
Aku : “MAU LO APA HAH????”
....
Ku buka mataku perlahan kilapan cahaya lampu menyilaukan mataku, butuh beberapa detik untuk sel kerucut (bener kan?) di mataku untuk menyesuaikan cahaya di sekitar. Ku rasakan sesuatu menindih tanganku, kulihat sesosok wanita yang sepertinya tertidur dengan membenamkan kepalanya ke dalam lipatan tangan. Hal terakhir yang ku ingat adalah jurit malam yang ku lakukan bersama Clara sebelum akhirnya kulihat sesosok kuntilanak di depanku, Clara? Ya, aku sampai lupa saat jurit malam kemarin aku bersama Clara, karena aku yang sangat takut dengan tempat seram, aku memang paling anti dengan sesuatu yang berbau mistis, mungkin aku pingsan tadi malam dan berakhir di kamar penginapan ini.
Pintu kamar pun terbuka munculan sosok Iqbal di sana.
Quote:
Iqbal : “anjir lu, kasian noh Clara mukenya ampe panik banget liat lu pingsan”
Aku : “Clara?” tanyaku sambil menunjuk wanita itu
Iqbal hanya mengangguk
Clara : “emmm......” clara mulai bangun dan menyisir rambut panjangnya itu ke belakang
Dia mulai membuka matanya dan melihat ke arahku
Clara : “Fauzi??!!” ucapnya dengan mata kaget
Aku : “Clara?” jawabku dengan ku lebarkan mataku
Clara : “maafin gue zi, gue ga tau kalo lo takut banget sama hantu, gue cuma pengen iseng lo, ga taunya lo ampe pingsan kaya gini” ucapnya, sambil beberapa butir air mata menetes dari pelupuk matanya itu
Aku : “...” aku sebenarnya marah dengan hal itu tapi ya entah kenapa air mata itu membua amarahku itu surut seketika juga
Clara : “maafin gue zi” ucapnya lagi
Aku : “iya udah santai aja” jawabku sambil memejamkan mata dan tersenyum ke arahnya, walau pun sebenarnya aku cukup tidak suka dengan apa yang dilakukanya itu
Lalu tercipta keheningan beberapa saat, karena aku pun tak punya pengalaman apapun untuk meredakan tangisan perempuan walaupun Clara tidak menangis hanya sesenggukan saja
“EEHHHEEMMMMM!!! BREMMMM!!!”
Iqbal : “jadi obat nyamuk nih gua” ucapnya sambil mengangkat satu buah alisnya
Lalu Iqbal memulai obrolan yang membuat suasana saat itu menjadi cukup hangat, aku lupa saat itu membicarakan hal tentang apa, yang jelas Iqbal lah yang banyak bicara dan aku pun berterima kasih karena hal itu
Minggu sore sekitar pukul empat kami sudah berkemas dan siap kembali ke sekolah untuk pulang. Selama perjalanan banyak yang tidur karena mungkin ke capekan karena hari itu acaranya adalah outbond dan selama itu juga Clara selalu menempel padaku, dimana ada dia pasti ada aku kecuali di kamar manda, sempat terjadi adegan peluk-pelukan juga saat ada sesosok serangga terbang melewati kami berdu, saling peluk? Ya, kami saling peluk karena aku membalas pelukan itu, bukan karena cari kesempatan atau apa tapi aku juga takut terhadap serangga terutama kecoa yang bisa terbang, untung saja serangga itu bukan kecoa, selain itu aku juga takut dengan ular, tikus, dan cicak yang jatuh dari langit kalau tidak jatuh aku tidak takut. Di perjalanan Clara hanya tidur, tidak seperti saat perjalanan ke lokasi acara yang posisi Clara menyender pada lenganku, kali ini dia menyenderkan kepalanya di jendela bus. Ku lihat dia seperti mengigil karena kedinginan, karena saat itu kabut juga sedang tebal-tebalnya, karena merasa iba aku lepas jaketku dan ku gunakan untuk menyelimuti tubuhnya itu. Aku merasakan sebuah sentuhan di pipiku, ku buka mataku perlahan dan kulihat Clara sedang menekan-nekan pipiku dengan jari telunjuknya.
Quote:
Clara : “Ozi... ozi... bangun udah sampe” ucapnya
Aku : “hmmm”
Clara : “buruan bangun” masih menekan-nekan pipiku
Aku : “iya iya” ucapku lalu segera bangun, ambil tasku lalu pergi meninggalkanya
Aku turun dari bus lalu lalu masuk ke sekolah, hari sudah gelap, sang surya sudah kembali ke belehan dunia yang lain dan hanya mengirimkan secarik cahanya melalui perantara bulan di bantu gemerlap bintang-bintang lain di angkasa sana. Ku lihat handphoneku menunjukkan pukul enam lebih, ku langkahkan kaki ku ke masjid dalam sekolah untuk menunaikan kewajibanku sebagai seorang muslim.
Selesai sholat ku hubungi telepon di rumah untuk segera menjemputku, setelah selesai mengirimkan S.O.S terhadap orang rumah ku langkahkan kaki ku keluar gerbang sekolah, di depan gerbang sekolah kulihat Indah sendirian (kondisi sekolah memang sudah sepi tinggal beberapa murid saja, dan mereka kebanyakan memang lebih memilih menunggu di dalam).
Quote:
Aku : “Assalamualaikum kak” sapaku ke padanya
Indah : “Eh iya walaikumsalam zi”
Aku : “gak pulang kak?” pertanyaan bodoh, sudah jelas dia menunggu jemputan
Indah : “ini baru nunggu jemputan” jawabnya
Aku : “yaudah kak, duluan ya, ...” jawabku, belum sempat mengucapkan salam
Indah : “mau kemana zi?” tanyanya
Aku : “Itu ke warung mie ayam depan”
Indah : “eh gue ikut, sekalian nunggu jemputan kayaknya masih lama juga”
Aku : “yaudah ayuklah”
Kami berdua pun masuk kedalam warung kecil yang terbuat dari terpal itu, aku memesan miso (mie ayam + baso) dan segelas susu coklat hangat, sementara Indah hanya membeli jeruk hangat.
Quote:
Aku : “ga pesen makanan? Kalo mau pesen aja, gue yang bayar”
Indah : “Engga, ini aja”
Aku : “Jeruk kalo di kasih aer panas vitaminya ilang loh” ucapku mengomentari pesananya tadi
Indah : “iya ya? Tapi bodo amat lah enakan gitu”
Indah : “Oh iya, lu kok jarang bales sms gue sih? Sekalinya bales lama banget”
Aku : “kalo di rumah maen PS lupa sama handphone” jawabku jujur, aku memang jarang memegang handphoneku saat di rumah
Indah : “ohhh..” katanya sambil membuat mulutnya menyeripai huruf “o”
Lalu kita membicarakan hal-hal kecil, dan di bercerita tentang Iqbal yang menembak Clarisa di depan api unggun dan di lihat oleh semua peserta kecuali aku dan Clara, tetapi satu hal yang membuatkan merasa menyesal karena tidak melihatnya adalah Iqbal yang di tolak Clara mentah-mentah. Tak lama kemudian Indah telah di jemput oleh orang tuanya. Setelah aku menyelesaikan makanku ada sebuah notafikasi dari handphoneku yang mengabarkan bahwa tim penyelamat telah menjemputku.
Hari pertama masuk sekolah sekaligus hari pertamaku menggunakan seragam putih abu-abu, sebuah baju tradisional khas anak SMA. ku langkahkan kaki ke dalam sekolah, kulihat para murid kelas satu yang memang beberapa muka agak familiar karena pernah kulihat saat MOS sedang berkumpul pada sebuah papan pengumuman. Ku tanya salah satu murid yang berkumpul di situ, dan dia mengatakan bahwa kelas nya tidak sesuai kelompok MOS kemarin melainkan di rombak atau di acak kembali. Ku cari namaku di antara deretan-deretan nama-nama itu, ku telusuri satu-persatu akhirnya ku ketemukan nama ku, dan aku tidak sekelas dengan Iqbal, hal itu membuatku sedikit kecewa karena dari kecil kami selalu sekelas entah kebetulan atau itu hasil setiing-an dari orang tua kami.
Ku masuki ruang kelas ku, sebut saja 1-B, saat itu masih beberapa bangku yang masih kosong, ku pilih meja paling pinggir baris ketiga dan dekat jendela, ku taruh tasku yang memang tidak ada isinya itu (hari pertama jadi mungkin hanya perkenalan) ke atas meja dan menggunakanya sebagai bantal. Baru saja aku mencoba untuk tidur, “brukkk” sebuah tas di taruh di sampingku, ke tengok ke arah suarah itu dan itu sang Ratu, kenapa dia duduk di sampingku? Pikirku dalam hati, karena memang aku tidak terbiasa duduk dengan lawan jenis.
Quote:
Aku : “kok lo duduk sini sih?” tanyaku dalam hati
Clara : “kenapa? Kosong kok” jawabnya
Aku : “hufffttt” aku pun mendengus lalu berpindah ke bangku di belakang bangku tadi
Baru saja ku taruhkan tasku, Clara ikut memindahkan tasnya ke sampingku lagi, ku lihat mukanya dia hanya memiringkan kepalanya sambil menaikan alisnya dan tersenyum kepadaku, senyum yang tengil. Langsung aku berpindah ke bangku ku sebelumnya, tapi sial nya dia ikut mengikutiku lagi.
Quote:
Aku : “ngapain sih lo ngikutin gue? Tuh deket sama yang cewe-cewe kek” ucapku dengan kesal kepada nya
Clara : “terserah gue donk, kan kursinya kosong weeekkkk” sanggahnya lalu menjulurkan lidahnya
Aku “ARRGGHHHHH!!! Serah lu deh” ucapku dengan lebih kesal
Clarapun hanya senyam-senyum melihat aku yang sangat kesal dengan hal yang di lakukanya itu, ku palingkan wajahku darinya dan kembali tidur. Baru sebentar aku tidur ada yang mecolek-colek kepalaku, aku pun merasa terganggu dengan hal itu
Quote:
Aku : “MAU LO APA HAH????”
....
Komentar
Posting Komentar