Change Of My Life - KaskusSFTH rekomendasi part 19

Quote:

Ibu : “OZIIII!!!! INI KENAPA CLARA NANGISS????!!!!”

ah masalah baru’ ucapku dalam hati

Ibu : “CEPET SINNIIII!!! MINTA MAAAFF!!!”

Aku : “GA BISA GERAK MAHHHH!!!”

Aku : “TIT*T KU SAKIIITTTT!!!”

Ibu : “GA USAH BANYAK ALESAN!!! MAMAH POTONG LAGI NANTI TIT*T KAMU!!!!”

‘arrghhhh sialan’ ucapku dalam hati

Dengan susah payah aku berdiri lalu berjalan pelan-pelan seperti penguin (buat yang belum tau cara jalan pinguin bisa lihat di yutub/gugel) sambil memegangi dinding.

Aku keluar dari kamar, ku lihat Ayah, Ibu, dan Clara sedang ada di lantai bawah, begitu menyusahkan untukku menuruni tangga karena masih terasa sedikit menyakitkan. Dan dengan susah payah aku berhasil mencapai lantai dasar dari rumah ini.

Ayah : “kenapa jalan kamu kaya gitu?”

Aku : “miris pah, kena sepak”

Ayah : “ok, ga usah cerita, nanti cek ke dokter”

Aku : “aman ko pah” kataku sambil melingkarkan jempol dan jari telunjukku menunjukkan kata ‘ok’

Ibu : “udah sini cepet minta maaf”

Aku : “iya mah -_-“

Aku pun mendekati Clara yang menunduk

Aku : “sorry ra”

Ibu : “apaan itu minta maaf sori sori, minta maaf yang bener kaya kalo lebaran”

‘aih kampret’ ucapku dalam hati

Aku : “hufffftttt...”

Aku pun berlutut di depan Clara dengan gesture seperti seorang pembantu yang kena pergok majikanya sedang mencuri pakaian dalam majikanya tersebut.

Aku : “Ra gue minta maaf”

‘sebenernya ngapain gue minta maaf? gue salah apa emang?’ pikirku

Clara hanya menangguk

Ayah : “yaudah sana, itu beneran gapapa”

Aku : “semoga pah”





Aku pun kembali ke kamarku, kali ini tidak terlalu susah karena rasa sakit yang kuderita sudah mulai mengurang. Aku pun langsung beribadah, lalu mandi. Selesai mandi aku sudah rapi dengan pakaian olahraga sekolahku, kebetulan hari itu pelajaran pertama adalah olahraga. ‘cekreeeekk’ pintu kamarku terbuka. Ku lihat tubuh ku di kaca ah masih seperti biasa.


Quote:

Clara : “Oziii!!!! Ayo Sarapan!!!” ucapnya dengan sangat riang

‘kemana muka sedihnya tadi? Cepet amat dia seceria itu’ pikirku

Aku : “hmm” kataku masih melihat ke kaca

Clara : “ayok, udah ganteng” katanya sambil menarik tanganku untuk ke bawah



Kami pun menuruni tangga untuk menuju ke dapur, di dapur sudah ada Ayah dan Ibuku mereka tersenyum melihat kami. Ku lihat sudah ada nasi goreng di atas meja, tetapi ada yang berbeda dengan nasi goreng yang biasanya, tidak ada keju di atasnya.
Aku pun duduk di salah satu bangku di meja makan itu, Clara mengambil nasi goreng tersebut lalu memberikanya padaku, semangat sekali dia. Ku makan nasi goreng tersebut, baru satu suapan nasi ibuku bertanya padaku.


Quote:

Ibu : “enak ga nasi gorengnya?”

Aku : “enak mah, kenapa emang?”

Ibu : “Clara yang buat”

Aku melihat ke arah Clara, dia menunjukkan senyum ala pepsodent ke arahku

Aku : “pantes”

Clara : “pantes apa?”

Aku : “ga ada kejunya”

Ibu : “Ozi bawa bekel ga ke sekolah? Clara bikin banyak nasi gorengnya”

Aku : “engga deh mah, pengen jajan ntar”

Ibu : “yaudah, Clara mau bawa makan apa ga?”

Clara : “aku ambil sendiri aja mah”

‘what? Mah? Sejak kapan dia manggil ibuku mah?’ ucapku dalam hati

Ibu : “yaudah kalo gitu”



Setelah selesai makan aku kembali ke kamarku untuk menyiapkan buku pelajaran hari ini. Setelah selesai menata buku pelajaran aku langsung keluar kamar, ku lihat Clara sudah siap juga. Kami pun berangkat ke sekolah menggunakan RX King milikku yang telah lengkap surat-suratnya, hanya kurang SIM yang aku belum punya masih dua tahun lagi untuk membuat SIM.
Kami pun sampai di sekolah tepat lima menit sebelum gerbang sekolah di tutup. Jam pelajaran olahraga hari itu ternyata guru pengampu kelas ku sedang tidak bisa mengajar karena alasan tertentu, ku lihat kelas Iqbal yang juga pelajaran olahraga tetapi ada gurunya. Kami para kaum adam memilih untuk bermain basket, sedangkan para kaum hawa memilih untuk bermain sepak bola. Setelah beberapa menit bermain aku yang memang agak malas memilih untuk duduk di pinggir lapangan futsal, ku lihat Intan dan Clarissa duduk juga di pinggir lapangan, ku hampiri mereka.


Quote:

Aku : “ga ikutan main lo berdua”

Intan : “engga, udah cape” jawabnya, sedangkan Clarissa hanya melihatku

Intan : “lo kenapa udahan mainya?”

Aku : “males, kurang seru”

Intan : “ga ada yang bisa imbangin ya, mentang-mentang anak basket”

Aku : “hahaha, ga juga”

Intan : “eh btw, lo sama Clara pacaran ya?”

Aku : “engga, kenapa emang?”

Intan : “masa ga pacaran? Tiap hari barengan, pulang aja boncengan, tapi juga berangkat bareng”

Aku : “tanya aja Clara nya, dia yang nempel gue”

Intan : “kenapa ga pacaran? Cocok loh”

Aku : “cocok gimana?”

Intan : “ya elo nya ganteng, Clara nya cantik”

Aku : “ah bisa aja lu, lu juga cantik kok” kataku yang memang menurutku dia cantik

Intan : “haha lu juga bisa aja”



Kami pun mengobrol, sesekali dia tertawa karena lelucon yang ku senandung kan. Lucu juga Intan menurutku, apalagi kalau tertawa dia menutup matanya, mungkin aku bisa bersembunyi saat dia tertawa.

‘BUUGHHH’ sebuah bola mengenai kepalaku

Ku tengok kan kepala ku menyongsong arah datangnya bola, ku lihat Clara menjulurkan lidahnya ke arahku, ah si kampret ternyata. Ku ambil bola itu lalu kulemparkan padanya agak keras tetapi tidak ku arahkan padanya hanya bermaksud untuk mengintimidasi, karena aku takut dia menangis jika terkena bola itu, bukanya jera Clara malah meledekku karena tidak mengenainya, aku hanya menggelengkan kepala.


Tak lama kemudian kelas Iqbal menantang kelasku untuk bermain basket, dengan semangat aku meladeni kelas Iqbal, team mereka bermain dengan pertahanan man to man yang cukup menyulitkan bagi team ku, karena kemampuan individu untuk mendrible mereka kurang, sedangkan kemampuan individu team lawan cukup lumayan, tetapi sebagian dari mereka kalah dalam hal fisik seperti tinggi badan yang membuat mereka kesusahan untuk memasukkan bola. Lapangan pun menjadi ramai karena kaum hawa menjadi supporter masing masing kelas mereka, terlebih suara Clara yang Cumiikkan telinga dengan menyebut namaku, mengalahkan suara supporter lainya. Setelah hampir satu jam permainan, semua yang bermain berbaring dengan nafas yang terengah-engah, kemenangan untuk kelasku dengan skor tipis 27-26, dan aku menjadi man of the match dengan 15 points, 4 rebound, dan 1 assist.

Komentar