Change Of My Life - KaskusSFTH rekomendasi part 12

Sebenernya mau skip nih part, tapi kata bini gue suruh ngasih aja

Keesokan harinya aku mendapatkan hari libur, aku masih tetap bangun pukul empat pagi untuk menunaikan kewajibanku sebagai seorang muslim. Setelah sholat aku hanya tiduran di kamar, karena tidak ada hal yang aku kerjakan. pukul enam kurang aku telah mandi, berbeda dengan kalian yang tidak mandi di hari libur, karena mandi bisa menjadi alasan untuk tidak mengerjakan pekerjaan rumah seperti mencuci mobil, memotong rumput, dll karena takut kotor. Pukul tujuh lebih lima belas menit sebuah panggilan masuk ke handphone milikku, nama Clara terpampang dari panggilan tersebut, ‘ga ada pelajaran lagi ya?’ pikirku. Ku angkat panggilan telepon itu


Quote:

“selamat pagi anak-anak, perkenalkan nama saya Pak Tardi”

“saya mengajar mata pelajaran olahraga”



Langsung aku matikan panggilan telepon dari Clara itu, tak lama kemudian muncul notafikasi sms dari Clara


Quote:

Clara : “kok dimatiin sih”

Aku : “situ ngapain nelepon?”

Clara : “biar lo ga ketinggalan pelajaran”

“nih anak pulsanya infinity, ga tau cara ngabisin pulsa nya karena terlampau banyak atau gimana sih? Kalau pelajaran usai jam dua siang, dia bakalan nelpon sampai jam dua siang juga? “ pikirku dalam lubuk hati ku yang paling dalam, tepat di sebelah kantung empedu

Aku : “kurang kerjaan ya”

Clara : “iya nih, ga ada yang di cubitin”

Aku : “aih, di kira apaan gue di cubitin”

Clara : “masuk gih, masa gue sendirian gini”

Aku : “kesepian ya non? Wkwkwk”

Clara : “iya nih, ga ada yang nemenin :’( ”

Aku : “pacar nya kemana non? wkwkwk”

Clara : “ke laut mungkin”

Aku : “wkwkwk mancing ya?”



Dan sms pun berlanjut yang aku lupa tentang apa sms tersebut, dan sepertinya tidak menarik juga untuk di ceritakan. Setelah sms itu Clara makin aneh aja kelakuan nya, seperti dia menelponku seperti ini


Quote:

Clara : “Hai”

Aku : “Halo”



Hanya itu isi percakapan telepon kami, dan itu bukan hanya sekali tetapi berkali-kali, selalu ada hal aneh yang dilakukanya. Pukul sepuluh pagi ada orang yang mengetuk pintu kamar ku, aku pun membukakan pintu kamarku itu, yang ternyata ayahku, dia menyuruhku untuk bersiap. Setelah aku siap dengan kaos jaket dan celana jeans, aku ikut ke mobil ayah, entah kemana ayahku akan membawaku, karena percuma aku tanya karena jawabanya pasti “udah ikut aja”. Setelah mungkin lima puluh menit perjalanan, ayahku menepikan mobilnya di sebuah dealer motor, kami pun turun dari mobil dan memasuki dealer motor tersebut.


Quote:

Ayah : “pilih satu”

Aku : “apa aja pah?”

Ayah : “iya cepet, papah mau shoping sama mamah”

Aku berkeliling untuk memilih salah satu motor yang di jajakan di sana, dan pilihanku jatuh pada motor RX King.

Aku : “yang itu pah” tunjukku ke motor RX King itu

Ayah : “ini aja, ga yang itu lebih gede, kaya motor pembalap”

Aku : “engga pah, suaranya nyaring ini”

Ayah : “mbak yang itu bungkusin ke rumah” ujar ayahku ke kakak SPG motor itu

SPG : “RX King pak? Mau warna apa?” tanya SPG itu

Ayah : “pokoknya yang itu, saya ga mau stock yang di belakang maunya yang di pajang itu”

SPG : “bukanya sama saja pak”

Ayah : “anak saya mau nya itu”

Aku :

SPG : “baik pak, mau kredit apa lunas?”

Ayah : “Kredit yang ga pake cicilan ada ga?”

SPG : “maaf pak ga ada”

Ayah : “yaudah lunas aja, besok kalo ada promo Kredit ga pake cicilan kabarin saya”

SPG : “eh iya pak”



Setelah melakukan pembayaran, aku dan ayah kembali ke mobil. Baru lima menit mobil berjalan, ayah kembali menepikan mobil nya, dan kali ini di depan showroom mobil, ‘mau beli mobil juga?’ pikirku.


Quote:

Ayah : “Ayo turun”

Aku pun turun dari mobil dan mengikuti ayah ku untuk memasuki showroom tersebut.

Aku : “mau ngapain pah?”

Ayah : “kamu bawa duit berapa?”

aku merogoh kantong ku dan mendapati uang lima puluh ribuan, karena aku tidak membawa dompet waktu itu

Aku : “lima puluh pah”

Tak lama kemudian seorang SPG cantik menghampiri kami

SPG : “ada yang bisa saya bantu pak?”

Ayah : “Ozi kamu pilih mobil yang mana?”

Aku : “hmm.. yang itu bagus yah” kataku menunjuk honda jazz warna putih

Ayah : “yang itu harganya berapa mbak”

SPG : “99999999999999 pak”

Ayah : “boleh kurang ga pak”

SPG : “mau kurang berapa pak”

Ayah : “anak saya bawanya lima puluh ribu, kalo boleh saya bawa pulang”

SPG : “wah belom dapet pat, itu buat beli ban nya aja kurang”

Ayah : “yaudah deh mbak”

Ayah : “ga boleh zi, pulang aja yuk”

Aku : “...”

Kami pun kembali ke dalam mobil

Aku : “malu tau pah”

Ayah : “kirain kamu bawa duit, kan sekalian beli mobil”

Aku : “duit aku buat DP juga ga dapet pah”

Ayah : “oh gitu ya”

Ayah : “mukanya santai lah lemes gitu”

Aku : “malu tau pah”

Ayah : “yaudah nih papah kasih” kata ayahku sambil memberikan sebuah kotak kado

Aku : “apaan pah?”

Ayah : “Buka aja”

Aku : “bukan kecoa kan?” (jujur saja aku pernah di kasih kotak isi kecoa oleh ayahku)

Ayah : “bukan, takut banget sih anak papah”

Ku buka kotak tersebut dan ternyata isinya handphone, nokia juga tapi versi lebih bagus dari punyaku sebelom nya

Ayah : “kemaren papah liat HP kamu retak”

Aku : “thank’s dad”

Ayah : “heh.. sok inggris”

Aku : “...”

Komentar