Change Of My Life - KaskusSFTH rekomendasi part 18

Aku : “Assalamualaikum warakhmatullahi wabarakatuh”

“walaikumsallam warakhmatullahi wabarakatuh”

Aku : “Elo?” ucapku melihat seseorang yang ada di ruang tamu bersama kedua orangtuaku

Aku : “ngapain lo di sini?”

Ibu : “Clara bakal nginep di sini”

Aku : “What?”

Ibu : “Kasian dia di rumah sendirian”

Aku : “aih... “

Aku melihat ke arah Clara dan dia melemparkan senyumnya ke arah aku

Aku : “papah ngebolehin?”

Ibu : “papah yang nyuruh”

Aku : “ok ok... Ozi ke kamar dulu”



Aku langsung menuju ke dapur untuk menaruh makanan yang ku beli lalu menuju kamarku, membuka pintu, dan masuk ke dalamnya. Ku hempaskah badanku di kasurku, ah nyamanya. Kucium bau yang tidak sedap, yang ternyata adalah bau badanku yang memang sedari tadi berkeringat saat di panti, sudah saat nya untuk mandi pikirku. Ku langkahkan kakiku ke kamar mandi yang ada di kamarku, ku buka baju dan celanaku, tak lupa celana dalamku juga. Sebenarnya aku ingin menerangkan bagaimana aku mandi, tetapi karena pembaca yang kebanyakan kaum adam jadi akan ku urungkan niat ku karena pasti tidak ada yang tertarik kecuali kaum-kaum yang telah menyimpang dari ajaranya. Setelah selesai mandi aku menatap kaca yang ada di kamar mandi ‘ah masih ganteng’ pikirku, lalu aku keluar dari kamar mandi hanya dengan armor berupa handuk putih yang membalut bagian bawahku. Baru selesai aku memakai celana dalam, ‘ckreeekkk’ suara pintu terbuka.


Quote:

“KYAAAAAAA!!!!!!!”

“JEDDDEERRRR!!!!” suara pintu di tutup dengan keras



Aku hanya berdiri menatap pintu kamarku dengan mulut terbuka, hanya dengan celana dalam warna biru yang ku kenakan (masih hafal). Aku pun langsung memakai berbagai armorku mulai dari kaos dan celana pendek. ‘untung udah pake semfak’ pikirku, anggap saja dia sedang melihat seorang atlet renang yang siap untuk olimpiade. Aku langsung membuka laptop ku untuk menonton film yang telah aku sewa dari persewaan film beberapa hari yang lalu. Ku hidupkan laptopku menunggu proses booting selesai, setelah selesai aku refresh dulu laptopku baru kumasukkan kepingan kaset film itu, kalau tidak salah aku menonton power ranger, ya aku menggemari power ranger dan kamen raider bahkan sampai sekarang.


Quote:

Clara : “udah pake baju belom”

Aku : “ngapain lo masih di situ”

Clara : “bosen sendirian di kamar”

Aku : “ya pulang aja”

Clara : “ga ada orang di rumah”

‘ckerek’ suara pintu di buka, kepala Clara muncul dari pintu yang hanya dia buka sebagian

Aku : “gue udah pake baju”

Dia langsung menghempaskan badanya di kasurku tepat di sampingku. Aroma parfum yang ia kenakan langsung merangsang saraf yang ada di otakku, bau yang sangat menyengat.

Clara : “nonton apaan sih lo?”

Aku : “power ranger”

Clara : “apaan tuh”

Aku : “super hero, udah tonton aja”

Kami pun menonton dengan tidak khikmat karena Clara selalu mengomentari segala yang ada di dalam film itu

Clara : “ih itu bajunya ketat ketat gitu, kelap-kelip lagi”

Aku : “...”

Clara : “eh itu cewenya yang rambutnya pirang cantik ya”

Aku : “...”

Clara : “eh yang merah ganteng”

Aku : “...”

Dan berbagai komentar yang ia utarakan terhadap segala yang ada di dalamnya.



Beberapa menit kemudian suara Clara telah menghilang, aku tetap menyaksikan film tersebut, sampai selesai, ku lihat jam dinding di kamarku telah menunjukkan pukul sebelas malam, aku pun telah mengantuk ku bereskan laptopku lalu kembali ke atas kasu, kulihat Clara tidur di sebelah ku, aku pun menyelimutinya karena sepertinya dia kedinginan, lalu aku tidur di sampingnya. Mungkin kalian sebagian dari kalian akan memilih untuk tidur di lantai atau di sofa, dan sebagian lagi dari kalian akan melakukan hal tak senonoh bila melihat gadis secantik Clara tidur dengan polosnya di samping kalian, tetapi tidak untukku. Aku berpikir tidur dengan seorang wanita bukanlah hal yang besar mungkin aku terlalu polos, karena aku berpikir itu hal biasa yang di lakukan orang, karena dari SD sampai ke SMP kelas satu aku kadang tidur dengan Lina (yang belom tau Lina cek part awal), tapi hal ini justru membawa petaka bagiku.


Quote:

‘BUGGGHHHH’

Aku : “ARRFGGHHHH” erangku kesakitan sambil memegang bagian paling vital bagiku karena hidup seorang pria di pertaruhkan oleh ini, Clara menendang bagian tervital itu, yang membuatku langsung terbangun dengan kesakitan

Aku : “ARRGGHH” masih kesakitan sambil berguling kekanan dan ke kiri di lantai, kalian bisa membayangkan sendiri betapa ngilu rasanya saat merasakan hal semacam ini

Clara : “ngapain lo tidur di samping gue”

Aku : “bangke, elu yang tidur di tempat gue”

Aku : “arrghhh sakit banget bego”

Clara : “lo ga ngapa-ngapain gue kan?”

Aku : “ngapa-ngapain lo gimana? Gue Cuma tidur aja udah kaya gini jadinya” kata ku masih dengan posisi yang sama

Clara : “beneran sakit ya?”

Aku : “ga usah tanya, keluar sana”

Clara : “maaf kalo sakit beneran”

Aku : “iya udah, sana keluar”

Clara : “maaf” katanya dengan wajah sedih lalu keluar dari kamarku dan menutup pintu, ah aku jadi merasa bersalah melihat wajah itu

Ku buka sedikit celanaku lalu ku lihat sesuatu yang tersimpan rapi di dalamnya

Aku : “ah masih ada”



Sakit ya sakit hanya itu yang bisa kurasakan, bahkan rasa sakitnya menjalar ke perutku, semoga tidak berakibat fatal. Rasa sakit yang ku derita sudah sedikit mereda, ku coba untuk berdiri tetapi untuk bergerak saja susah, aku kembali tidur di lantai kamarku kali ini dengan posisi terlentang menghadap ke arah langit-langit plafon yang ada di kamarku.


Quote:

Ibu : “OZIIII!!!! INI KENAPA CLARA NANGISS????!!!!”

‘ah masalah baru’ ucapku dalam hati

Ibu : “CEPET SINNIIII!!! MINTA MAAAFF!!!”

Aku : “GA BISA GERAK MAHHHH!!!”

Aku : “TIT*T KU SAKIIITTTT!!!”

Ibu : “GA USAH BANYAK ALESAN!!! MAMAH POTONG LAGI NANTI TIT*T KAMU!!!!”

‘arrghhhh sialan’ ucapku dalam hati

Komentar